Sabtu, 26 November 2016

hakikat mahar

Hai . . .

Kali ini SEKALA mau bahas sedikit ulasan mengenai apa sih mahar itu? Hakikatnya seperti apa? terus kenapa di setiap pernikahan harus ada mahar?
Sebenernya sih admin sendiri belom menikah, hihi doakan segera ya. Tapi tulisan ini berdasarkan ilmu yang di dapet waktu di bangku kuliah maupun dari berebrapa sumber.
Pada dasarnya mahar itu hukumnya wajib ada dalam sebuah pernikahan, karena mahar merupakan salah satu syarat sahnya pernikahan. Terus bedanya sama mas kawin apa ? ya samaaa, mahar itu ya mas kawin. Hanya saja saat ini uang mahar biasanya untuk hiasan ataupun kenangan yang bisa dipajang, bisa disesuaikan tanggal pernikahan atau memang custome nominal dari calon pengantin itu sendiri. Sehingga kadang yang diucapkan didalam akad hanya seperangkat alat sholat dan Al-Quran atau biasanya perhiasan, tapi ngga jarang sih nyebut nominal mahar sesuai tanggal itu yang kadang malah bikin lidah pengantin cowo blibet gitu ngucapinnya hehe.
Yang berkembang di masyarakat, kalo maharnya seperangkat alat sholat dan Al-Quran, nanti pertanggung jawabannya besar karna kalo ngga di pake buat sholat ya suaminya dosa. Berat pertanggung jawabannya, karena mahar adalah sesuatu yang harus digunakan dikemudian hari.  Wallahualam
Mahar tuh punya arti yang sangat mendalam loh, mahar memiliki arti bahwasanya wanita itu sangat berarti dangan harus dihormati, mahar yang diberikan kepada seorang wanita pertanda telah di "belinya" sebuah cinta yang suci. ( Sweet banget yaaa )
Itulah sebabnya pria yang memberikan harus dalam niat hati yang mendalam, ikhlas setulus hti dan benar-benar diniatkan untuk memuliakan wanita karena mahar itu nantinya akan menjadi hak istri sepenuhnya. Seperti dalam (Q.S An-Nisa:4)

“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya”

Namun walaupun mahar adalah salah satu syarat dalam pernikahan, tapi mahar bukanlah tujuan utama dalam sebuah bahtera pernikahan. Jadi tak perlu pusing memikirkan besar mahar yang harus di berikan atau yang di minta kepada calon suami. Meskipun begitu, pasti calon suami diluar sana banyak ingin memberikan mahar yang terbaik untuk calon istrinya. Sebaiknya kedua calon pengantin membahas soal mahar ini supaya nantinya mahar tersebut dapat berguna, tidak mubadzir dan  memberikan manfaat atau keberkahan, karena Rasulullah pernah bersabda : " Pernikahan yang paling besar keberkahannya adalah yang paling mudah maharnya "

Semoga dapat memberikan manfaat ya tulisan SEKALA kali ini, kalau admin sih mungkin nanti saat ditanya calon suami soal mahar admin menyarankan buat kasih maharnya emas aja kali yaaa, duh kapaaan. Semoga disegerakan sama Allah aamiin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar